.
Batam-Sfn // Pelantikan pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Batam periode 2025–2029 menjadi panggung pembuktian bagi atlet karate tradisional FKTI Korca Batam. Di hadapan tamu undangan dan jajaran pejabat daerah, sembilan atlet Dojo Gagak Timur Batam tampil percaya diri menunjukkan kualitas teknik dan kekompakan tim, Rabu (18/2/2026).
Kelompok usia 7–9 tahun yang terdiri dari atlet sabuk hijau membuka acara dengan KATA Beregu yang memikat perhatian. Disusul kelompok usia 12–15 tahun yang menampilkan KATA Beregu dan BUNKAI penuh presisi. Puncaknya, atlet usia 16–20 tahun memperlihatkan kematangan teknik dalam KATA Perorangan, mencerminkan pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan.
Ketua FKTI Korca Batam, M. Khoiry, menegaskan bahwa capaian para atlet tidak diraih secara instan.
“Prestasi yang mereka bawa hari ini adalah hasil latihan bertahun-tahun. FKTI Batam serius membangun sistem pembinaan yang berjenjang, mulai dari usia dini hingga senior,” jelasnya.
Menurutnya, dukungan lintas sektor sangat diperlukan agar atlet dapat berkembang maksimal.
“Kami ingin karate tradisional menjadi kebanggaan Batam. Dengan kolaborasi bersama KORMI dan pemerintah daerah, kami optimistis bisa mencetak lebih banyak juara di tingkat nasional,” tambahnya.
Ketua KORMI Batam, Hendrik, S.H., menyatakan akan membuka ruang kolaborasi dan memperkuat ekosistem olahraga masyarakat.
“Kami ingin seluruh INORGA aktif dan berkembang. Atlet-atlet muda seperti ini harus mendapatkan perhatian khusus,” ujarnya.
Paulus Pela selaku pelatih menambahkan bahwa mental juara menjadi fokus utama dalam setiap latihan.
“Setiap atlet kami didik dengan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Target kami bukan hanya podium, tetapi pembentukan karakter,” katanya.
Perwakilan orang tua atlet kembali menegaskan harapan adanya perhatian lebih terhadap kebutuhan pembinaan.
“Kami percaya dengan kepengurusan baru KORMI Batam, ke depan atlet karate bisa lebih diperhatikan, terutama dalam pembiayaan dan fasilitas latihan,” ucap Yunita orang tua dari Rama Aditya Lubis (14).
Lianni Nababan, perwakilan orang tua atlet lainnya, dari ananda Nelly Laurentia Sinurat (8) sabuk hijau dan Cornelius Nielsen Sinurat (12) sabuk biru, berharap kepengurusan baru dapat memperhatikan kebutuhan pembinaan.
“Anak-anak sudah membuktikan kemampuan mereka. Kami berharap ada perhatian terhadap fasilitas latihan dan dukungan kejuaraan,” ujar Lianni Nababan.
Adapun perwakilan atlet pemuda, Maria Tiara Novilia (18), menyampaikan tekadnya untuk terus berprestasi.
“Kami siap berjuang membawa nama Batam lebih dikenal di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Ditempat yang sama, perwakilan atlet Pra-Kadet 1, Cornelius Nielsen Sinurat (12) sabuk biru, mengaku bangga bisa tampil dalam acara pelantikan tersebut.
"Bangga bisa tampil di depan pejabat, semoga kedepannya kami bisa tampil juga di acara yang berbeda," ujarnya dengan semangat.
Di akhir acara, M. Khoiry bersama Ketua KORMI Batam menyerahkan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi dan pengganti transportasi atlet. Momentum tersebut menjadi simbol sinergi awal antara FKTI dan KORMI Batam dalam membangun olahraga masyarakat yang berprestasi dan berkarakter.

