.
NIAS-Suarafondnews.com // Matahari baru meninggi ketika puluhan warga mulai berkumpul di ruas Jalan Provinsi yang menghubungkan Kecamatan Tuhemberua dan Kecamatan Sawo, Kamis (6/8/2026). Di hadapan mereka terbentang jalan yang selama bertahun-tahun dipenuhi lubang dan kerusakan. Jalan yang setiap hari dilalui anak sekolah, petani, pedagang, hingga kendaraan pengangkut hasil bumi itu telah lama menjadi keluhan masyarakat.
Namun pagi itu, yang hadir bukan sekadar keluhan. Cangkul, sekop, gerobak, dan material timbunan menjadi simbol harapan. Dengan semangat gotong royong, LSM Elang Mas bersama sejumlah jurnalis, aparat TNI-Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat turun langsung memperbaiki jalan yang rusak.
Sejak pukul 08.00 WIB hingga menjelang senja pada pukul 17.30 WIB, mereka bekerja tanpa mengenal lelah. Keringat bercucuran, tangan dipenuhi debu dan tanah, tetapi semangat kebersamaan tidak pernah surut. Setiap lubang yang tertutup timbunan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus berjibaku dengan kondisi jalan yang memprihatinkan.
Bagi warga, jalan tersebut bukan sekadar hamparan aspal. Jalan itu adalah urat nadi kehidupan. Melalui jalur itulah hasil pertanian dibawa ke pasar, anak-anak berangkat menuntut ilmu, masyarakat menuju pusat pelayanan kesehatan, dan roda perekonomian desa terus bergerak.
Selama ini, kerusakan jalan kerap menjadi ancaman bagi para pengguna. Lubang-lubang besar memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan, bahkan tidak sedikit yang harus ekstra hati-hati agar terhindar dari kecelakaan. Saat musim hujan tiba, genangan air menutupi lubang sehingga risiko semakin besar.
Kegiatan sosial tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Sawo. Sekretaris Kecamatan Sawo, Irman Selayan, yang hadir di lokasi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap fasilitas umum.
"Ini adalah contoh nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Jalan yang lebih baik tentu akan memperlancar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga," ujarnya.
Suasana kebersamaan juga tampak dari kehadiran personel TNI dan Polri yang ikut bergabung bersama masyarakat. Mewakili Polsek Tuhemberua hadir Bripka Temazisokhi Telaumbanua, sementara Koramil 06 Tuhemberua mengerahkan Sertu Udin Ulianto, Sertu Fazlur Mendrofa, dan Pratu Oraetman Gea.
Tanpa membedakan seragam maupun profesi, seluruh peserta bekerja berdampingan. Tidak ada sekat antara aparat, pemerintah, organisasi masyarakat, insan pers, maupun warga. Semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan akses jalan yang lebih aman bagi masyarakat.
Mewakili Kapolsek Tuhemberua, Bripka Temazisokhi Telaumbanua menegaskan bahwa kebersamaan seperti ini menjadi modal penting dalam membangun daerah.
"Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen lainnya merupakan kekuatan besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Semoga semangat ini terus terjaga," ungkapnya.
Di tengah kesibukan itu, rasa haru juga datang dari masyarakat. Melyanus Telaumbanua, warga Desa Hiliduruwa, mengaku sangat bersyukur melihat banyak pihak rela meluangkan waktu dan tenaga demi memperbaiki jalan yang setiap hari mereka lalui.
Menurutnya, aksi gotong royong tersebut bukan hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga membangkitkan harapan masyarakat agar pemerintah dapat segera melakukan perbaikan permanen.
"Kami sangat berterima kasih kepada LSM Elang Mas, rekan-rekan media, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan semua masyarakat yang telah bergotong royong. Kami berharap pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat memberikan perhatian serius agar jalan provinsi ini segera diperbaiki secara menyeluruh," katanya.
Menjelang sore, ketika pekerjaan selesai, jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang mulai tampak lebih rata. Mungkin belum sempurna, namun bagi masyarakat, perubahan kecil itu memiliki arti yang besar. Setidaknya, perjalanan mereka kini menjadi sedikit lebih aman dibanding sebelumnya.
Aksi sederhana tersebut membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar. Kadang, perubahan lahir dari kepedulian, kerja sama, dan semangat gotong royong yang tumbuh dari hati masyarakat sendiri.
Di tengah berbagai keterbatasan, masyarakat Nias Utara kembali menunjukkan bahwa kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama. Ketika banyak tangan saling membantu, harapan untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bukan lagi sekadar impian, melainkan langkah nyata menuju masa depan yang lebih sejahtera.
MZ

