.
Batam-Sfn // Pemerintah Kota Batam terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kader posyandu, kelurahan siaga dan warga lanjut usia (lansia).
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri silaturahmi bersama kader dan lansia di Ballroom Golden Prawn Bengkong, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini diikuti 1.113 peserta dari Kecamatan Lubuk Baja, Bengkong, dan Batu Ampar.
Suasana hangat mewarnai kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang temu dan silaturahmi, tetapi juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial bagi para lansia. Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Sari, turut hadir dan menyapa para kader serta lansia, bahkan menyumbangkan lagu untuk memeriahkan suasana.
Dalam kesempatan itu, Amsakar mengumumkan kenaikan insentif bagi kader Posyandu dan kader Kelurahan Siaga dari Rp400.000 menjadi Rp500.000 per bulan mulai tahun anggaran 2026. Sementara itu, bantuan sosial bagi lansia juga ditingkatkan dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan.
“Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Kader merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, keberadaan kader memiliki peran strategis karena turut membantu perangkat RT, RW, hingga pemerintah kelurahan dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Amsakar mengungkapkan bahwa jumlah penerima insentif di Kota Batam saat ini mencapai sekitar 8.300 orang. Jumlah itu terdiri dari lebih dari 4.000 kader Posyandu dan Kelurahan Siaga serta lebih dari 4.000 lansia.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut, Pemko Batam mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar per tahun.
Di sisi lain, peningkatan bantuan sosial bagi lansia diharapkan dapat menjaga kemandirian serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Kami ingin para orang tua tetap bahagia, tidak terbebani, dan dapat menikmati masa tua dengan tenang,” kata Amsakar.
Di tengah tantangan keuangan daerah ke depan, ia memastikan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan pelayanan publik. Penyesuaian belanja akan dilakukan secara proporsional tanpa mengurangi perhatian kepada masyarakat.
Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi dan investasi terus meningkat, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat sebagai yang terbaik di Provinsi Kepulauan Riau dan masuk lima besar nasional.
Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, disertai penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen.
“Ini merupakan bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat berjalan dengan baik dan perlu terus dijaga,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.
“Yang dibutuhkan Batam hari ini adalah membangun energi bersama untuk terus melompat lebih maju,” katanya.

